Istilah
redenominasi rupiah ini memang sedang hot-hotnya. istilah ini muncul
karena BI ingin melakukan redenominasi untuk melakukan penyederhanaan
mata uang.
pengertian redenominasi :
Istilah lain redenominasi berarti penyebutan kembali atau penyederhanaan dari satuan harga maupun nilai mata uang yang ada. Satuan Rp 1.000 disederhanakan menjadi Rp 1, misalnya. Hal ini berlaku menyeluruh ke harga-harga barang dan jasa di negara tersebut. Sepotong roti yang tadinya seharga Rp 1.000, juga disederhanakan menjadi Rp 1. Dalam hal ini, tidak ada yang dirugikan dari sistem redenominasi. Tujuannya adalah juga sebagai efisiensi penghitungan dalam sistem pembayaran.
Ilustrasi redenominasi
Manfaat adanya redenominasi rupiah
Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengatakan, redenominasi atau penyederhanaan nilai nominal rupiah mempunyai beberapa manfaat, di antaranya kebanggaan sebagai bangsa. Menurut dia, dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih besar, terdapat penilaian bahwa perekonomian Indonesia masih terbelakang.
"Indonesia itu nilai tukarnya masih besar, jadi ada persepsi bahwa negara yang memiliki nilai tukar masih besar memiliki perekonomian terbelakang. Apalagi, nilai tukar yang masih besar-besar ini dipersepsikan sebagai negara berkembang," kata Destry kepada Kompas.com saat ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (30/1/2013).
Ia menilai kebijakan redenominasi akan memberikan manfaat ekonomis kepada masyarakat. Manfaat paling utama adalah kebanggaan (pride).
Jika dapat melakukan redenominasi, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang saat ini Rp 9.680 per dollar AS menjadi hanya Rp 9,6 per dollar AS. Kondisi ini akan sebanding dengan nilai ringgit Malaysia terhadap dollar AS sebesar 3,05 ringgit, peso Filipina yang sebesar 41,92 peso, baht Thailand sebesar 30,52 baht, dan dollar Singapura sebesar 1,23 dollar Singapura.
Daftar Negara yang berhasil melakukan Redenominasi rupiah
Berikut daftar beberapa negara yang sukses melakukan redenominasi mata uangnya, baik dengan menambah ataupun mengurangi angka nol dalam pecahan uangnya yang dikutip detikFinance dari berbagai sumber, Rabu (7/12/2011).
Afghanistan: menghilangkan 3 angka nol
Turki: mengurangi 6 angka nol.
Zimbabwe: menghilangkan 3 angka nol
Ghana: menghilangkan 4 angka nol
Brasil: menghilangkan 18 angka nol, melalui 6 kali operasi pada 1967, 1970, 1986, 1989, 1993 dan 1994.
Argentina: menghilangkan 13 angka nol melalui 4 kali operasi pada 1970, 1983, 1985, 1992.
Israel: menghilangkan 9 angka nol melalui 4 kali operasi pada 1980 dan 1985.
Bolivia: menghilangkan 9 angka nol melalui 2 kali operasi tahun 1963 dan 1987.
Peru: menghilangkan 6 angka nol melalui 2 kali operasi pada thaun 1985 dan 1991.
Ukraina: menghilangkan 5 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1996.
Polandia: menghilangkan 4 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1995.
Meksiko: menghilangkan 3 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1993.
Rusia: menghilangkan 3 angka nol dalam 3 kali operasi pada tahun 1947, 1961 dan 1998.
Islandia: menghilangkan 2 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1981.
pengertian redenominasi :
Istilah lain redenominasi berarti penyebutan kembali atau penyederhanaan dari satuan harga maupun nilai mata uang yang ada. Satuan Rp 1.000 disederhanakan menjadi Rp 1, misalnya. Hal ini berlaku menyeluruh ke harga-harga barang dan jasa di negara tersebut. Sepotong roti yang tadinya seharga Rp 1.000, juga disederhanakan menjadi Rp 1. Dalam hal ini, tidak ada yang dirugikan dari sistem redenominasi. Tujuannya adalah juga sebagai efisiensi penghitungan dalam sistem pembayaran.
Ilustrasi redenominasi
Manfaat adanya redenominasi rupiah
Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengatakan, redenominasi atau penyederhanaan nilai nominal rupiah mempunyai beberapa manfaat, di antaranya kebanggaan sebagai bangsa. Menurut dia, dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih besar, terdapat penilaian bahwa perekonomian Indonesia masih terbelakang.
"Indonesia itu nilai tukarnya masih besar, jadi ada persepsi bahwa negara yang memiliki nilai tukar masih besar memiliki perekonomian terbelakang. Apalagi, nilai tukar yang masih besar-besar ini dipersepsikan sebagai negara berkembang," kata Destry kepada Kompas.com saat ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (30/1/2013).
Ia menilai kebijakan redenominasi akan memberikan manfaat ekonomis kepada masyarakat. Manfaat paling utama adalah kebanggaan (pride).
Jika dapat melakukan redenominasi, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang saat ini Rp 9.680 per dollar AS menjadi hanya Rp 9,6 per dollar AS. Kondisi ini akan sebanding dengan nilai ringgit Malaysia terhadap dollar AS sebesar 3,05 ringgit, peso Filipina yang sebesar 41,92 peso, baht Thailand sebesar 30,52 baht, dan dollar Singapura sebesar 1,23 dollar Singapura.
Daftar Negara yang berhasil melakukan Redenominasi rupiah
Berikut daftar beberapa negara yang sukses melakukan redenominasi mata uangnya, baik dengan menambah ataupun mengurangi angka nol dalam pecahan uangnya yang dikutip detikFinance dari berbagai sumber, Rabu (7/12/2011).
Afghanistan: menghilangkan 3 angka nol
Turki: mengurangi 6 angka nol.
Zimbabwe: menghilangkan 3 angka nol
Ghana: menghilangkan 4 angka nol
Brasil: menghilangkan 18 angka nol, melalui 6 kali operasi pada 1967, 1970, 1986, 1989, 1993 dan 1994.
Argentina: menghilangkan 13 angka nol melalui 4 kali operasi pada 1970, 1983, 1985, 1992.
Israel: menghilangkan 9 angka nol melalui 4 kali operasi pada 1980 dan 1985.
Bolivia: menghilangkan 9 angka nol melalui 2 kali operasi tahun 1963 dan 1987.
Peru: menghilangkan 6 angka nol melalui 2 kali operasi pada thaun 1985 dan 1991.
Ukraina: menghilangkan 5 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1996.
Polandia: menghilangkan 4 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1995.
Meksiko: menghilangkan 3 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1993.
Rusia: menghilangkan 3 angka nol dalam 3 kali operasi pada tahun 1947, 1961 dan 1998.
Islandia: menghilangkan 2 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1981.
sumber : kompas.com





