"Konsultan dari Ditjen Perkeretaapian telah melaksanakan survei awal terkait dengan rencana trase jalur rel yang akan dibangun untuk reaktivasi tersebut," kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto, Surono Manajer Komunikasi Perusahaan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto.
Ia mengatakan bahwa berdasarkan masukan dari empat pemerintah kabupaten yang dilalui jalur itu serta kajian tim konsultan Ditjen Perkeretaapian, rencana jalur Kreta ApiPurwokerto- Wonosobo hanya akan menggunakan sekitar 32 persen trase lama sedangkan 68 persen akan membuka trase baru.
Menurut dia, pembukaan trase baru diperlukan karena trase lama tidak bisa dipergunakan lagi seluruhnya.
"Trase lama di beberapa lokasi tidak memungkinkan lagi karena alasan keselamatan," jelasnya.
Ia mengatakan bahwa beberapa titik trase lama tersebut berada di tengah perkotaan yang padat seperti di Purwokerto.
Selain itu, kata dia, beberapa lokasi berdampingan dengan jalan raya seperti di koridor Klampok-Banjarnegara sehingga tidak memungkinkan untuk dilalui Kreta Api dengan kecepatan sampai 90 kilometer per jam seperti yang ada saat ini.